JAKARTA – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina terus memperkuat perannya dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui aktivitas eksplorasi yang berkelanjutan. Upaya yang merupakan bentuk komitmen PT Pertamina (Persero) dan Danantara Indonesia dalam mewujudkan ketahanan energi nasional melalui peningkatan investasi di dalam negeri tersebut kembali membuahkan hasil melalui keberhasilan afiliasi PHE, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), menemukan sumber daya minyak dan gas bumi pada pemboran sumur eksplorasi Metulang Deep (MDP)-1x di wilayah lepas pantai (offshore) South Mahakam, Kalimantan Timur.
Pengeboran sumur MDP-1x merupakan bagian dari strategi Near Field Exploration yang dijalankan PHE sebagai quick win untuk dapat diproduksi lebih cepat dengan memanfaatkan fasilitas lapangan migas terdekat yang telah memasuki fase matang (mature field). Di tengah keterbatasan area kerja, PHM konsisten melakukan kegiatan eksplorasi dengan mengadopsi konsep serta pendekatan geologi terkini.
“Keberhasilan ini adalah bukti nyata dari dedikasi dan kerja keras tim eksplorasi kami dalam menerapkan new exploration play concept di area yang sudah mature, juga berkat kolaborasi erat antara PHE dengan SKK Migas dan Kementerian ESDM. Diharapkan temuan sumber daya kontijen Original Oil in Place (OOIP) yang diperkirakan sekitar 106 juta barel ekuivalen minyak (MMBOE) ini dapat segera dikembangkan dan berkontribusi pada lifting migas nasional demi mewujudkan swasembada energi dan ketahanan energi nasional,” ujar Direktur Eksplorasi PHE, Muharram Jaya Panguriseng.
Sejak mengambil alih pengelolaan Blok Mahakam pada 1 Januari 2018, PHM telah mengebor enam sumur eksplorasi dengan tingkat keberhasilan yang tinggi. Empat di antaranya berhasil mencatatkan temuan (discovery), termasuk sumur MDP-1x yang dinilai sebagai salah satu temuan signifikan.
Sunaryanto, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) selaku Regional Kalimantan Subholding Upstream Pertamina menyampaikan bahwa eksplorasi merupakan faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan energi. “Dengan temuan pengeboran MDP-1x, kami akan segera melakukan pengembangan untuk mendorong peningkatan produksi secara berkelanjutan, memperkuat ketahanan energi di Kalimantan, serta meningkatkan rasio cadangan terhadap produksi atau RtoP Pertamina Hulu Indonesia,” ujarnya.
Sumur MDP-1x berhasil dibor hingga kedalaman terukur 4.260 meter hingga menembus lapisan Formasi Yakin. Meski target utama Formasi Yakin hanya dapat ditembus sebagian akibat kondisi tekanan tinggi (high pressure), PHM berhasil mengidentifikasi potensi sumber daya yang menjanjikan pada formasi yang lebih dangkal, yakni Sepinggan Carbonate Sequence (SCS) dan Sepinggan Deltaic Sequence (SDS).
Berdasarkan hasil uji alir (drill stem test) pada zona Sepinggan Carbonate Sequence (SCS), yang merupakan hasil evaluasi lanjutan dari temuan sumur Manpatu-1x pada tahun 2022, terkonfirmasi bahwa reservoir karbonat dan batu pasir di zona tersebut memiliki kemampuan produksi yang baik. Dengan interval uji alir sepanjang 25,5 meter, sumur ini mencatatkan laju alir maksimum sekitar 2.821 barel minyak per hari (BOPD) serta produksi gas sebesar 5 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD). Keberhasilan ini menunjukkan bahwa blok migas yang telah memasuki fase matang masih memiliki potensi yang signifikan apabila dikelola melalui penerapan inovasi dan teknologi yang tepat.
Sebelumnya, pada awal tahun 2025, Subholding Upstream Pertamina melalui afiliasinya PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Prabumulih mencatat pencapaian luar biasa dengan hasil tes uji produksi sumur BNG-064 yang melampaui target awal hingga 990%. Sumur BNG-064 yang berlokasi di Blok D struktur Benuang, bagian dari Field Adera, berhasil menghasilkan 1.400 BOPD dan 4,51 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD), jauh di atas target awal sebesar 190 BOPD dan 0,15 MMSCFD.
Pencapaian luar biasa sumur BNG-064 diikuti oleh penemuan sumur baru BNG-067 di Area North West Benuang. Sumur ini berhasil mencatatkan produksi minyak 660,34 BOPD atau 440% dari target awal pemboran sebesar 150 BOPD. Sumur BNG-067 juga menghasilkan gas sebesar 0,807 MMSCFD atau 207% dari target pengusulan 0,39 MMSCFD. Keberhasilan pengeboran sumur eksplorasi di onshore Jawa Barat (EPN-002) juga menjadi catatan penting bagi kinerja Subholding Upstream Pertamina di tahun 2025.
Keberhasilan eksplorasi di tahun 2025 ini melengkapi pencapaian kinerja eksplorasi di tahun 2024 lalu, dimana PHE mencatatkan penemuan sumber daya inplace gas bumi sebesar lebih dari 1.8 triliun kaki kubik (TCF) atau hampir setara 320 juta barel minyak (MMBOE) dari penemuan eksplorasi di wilayah Sulawesi Tengah. Temuan eksplorasi tersebut berasal dari penemuan gas di struktur Wolai-East Wolai, Morea, dan terbaru dari struktur Tedong yang dibor tahun 2024.
PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). PHE juga senantiasa berkomitmen Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dan memastikan perusahaan bersih dari penyuapan. Salah satunya dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandardisasi ISO 37001:2016.
FOKUS ENERGI Berita Energi Terkini