Tuesday , February 3 2026

Pertamina Hulu Energi Fokus Migas Non-Konvensional dan Deepwater untuk Amankan Pasokan Energi Nasional

JAKARTA – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina menegaskan peran strategis sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus menopang transisi menuju energi rendah karbon. Di tengah peningkatan porsi energi baru terbarukan (EBT), migas dinilai masih menjadi sumber energi yang andal untuk menjamin stabilitas pasokan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Direktur Pengembangan & Produksi Pertamina Hulu Energi, Mery Luciawaty, menyampaikan bahwa strategi pengelolaan hulu migas ke depan harus berfokus pada produksi yang berkelanjutan melalui peningkatan cadangan migas.

“Transisi energi tidak bisa menghilangkan peran migas secara instan. PHE menjadi tulang punggung dalam menjaga ketahanan energi nasional, terutama pada fase transisi menuju Net Zero Emission,” kata Mery dalam Diskusi Panel Scope Upstream Excellence Forum bertema “Potensi dan Tantangan Masa Depan Industri Hulu Migas dalam Mewujudkan Swasembada Energi di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Dalam upaya mengamankan pasokan energi nasional serta mendukung peningkatan produksi dan cadangan migas nasional jangka panjang, PHE akan berfokus pada pengelolaan proyek laut dalam (deepwater) dan pengembangan lapangan Migas Non Konvensional (MNK). Pengembangan deepwater diproyeksikan menjadi new frontier industri hulu migas. Sementara itu, pengembangan MNK dipandang sebagai peluang strategis untuk menjaga kesinambungan produksi nasional dalam jangka panjang.

“Kami mendorong agar temuan eksplorasi dapat lebih cepat dikonversi menjadi proyek pengembangan yang ekonomis dan komersial, sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap produksi dan cadangan nasional,” jelas Mery.

Sejalan dengan agenda transisi energi, PHE mengadopsi strategi pertumbuhan ganda (dual growth strategy), yakni memaksimalkan bisnis inti migas sekaligus membangun bisnis rendah karbon. Inisiatif yang dikembangkan antara lain CCS/CCUS, hidrogen geologi, serta program dekarbonisasi operasional.

“Pendekatan ini kami yakini mampu menjaga daya saing perusahaan sekaligus memberikan kontribusi terhadap target penurunan emisi nasional,” ujar Mery.

Dengan penguatan kapabilitas organisasi, kepastian regulasi, serta sinergi dengan pemerintah dan mitra strategis, PHE optimistis sektor hulu migas tetap menjadi penggerak penting ketahanan energi dan stabilitas ekonomi Indonesia di masa transisi.

PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). PHE juga senantiasa berkomitmen Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dilakukan dan memastikan perusahaan bersih dari penyuapan. Salah satunya dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandardisasi ISO 37001:2016.

Cek juga

PGN Tegaskan Kesiapan Jalankan Mandat Danantara

JAKARTA – Pemerintah bersama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina terus …