JAKARTA – PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA), perusahaan jasa energi terintegrasi, mencatatkan capaian penting di pasar modal dengan menembus level tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) di harga Rp770 pada perdagangan Rabu (4/2). Secara year-to-date (ytd), saham ELSA telah menguat lebih dari 40%, mencerminkan respons positif pasar atas konsistensi kinerja operasional Perseroan serta prospek pertumbuhan yang dinilai solid oleh investor.
Pergerakan saham tersebut terjadi seiring dengan meningkatnya minat investor terhadap emiten jasa energi yang memiliki fundamental kuat, portofolio bisnis terdiversifikasi, serta eksposur strategis terhadap ketahanan energi nasional. Kinerja saham ELSA juga menunjukkan tren yang sejalan dengan peningkatan kualitas eksekusi proyek, disiplin operasional, dan pengelolaan risiko yang berkelanjutan sepanjang 2025.
Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji, menyampaikan bahwa apresiasi pasar terhadap saham ELSA tidak terlepas dari capaian kinerja operasi yang tetap resilien di tengah dinamika industri energi. “Sepanjang 2025, Elnusa mampu menjaga kesinambungan kinerja melalui penguatan operational excellence, penerapan teknologi yang tepat guna, serta budaya keselamatan kerja yang konsisten di seluruh lini bisnis,” ujarnya.
Pada segmen jasa hulu migas terintegrasi, Elnusa berhasil menyelesaikan sejumlah proyek seismik strategis di berbagai wilayah kerja utama. Keberhasilan ini menegaskan kapabilitas teknis dan manajerial Perseroan dalam mendukung aktivitas eksplorasi dan pengembangan migas secara tepat waktu, efisien, dan berstandar tinggi, yang menjadi salah satu penopang keberlanjutan pendapatan.
Di lini Oil Field Services, Elnusa menuntaskan lima sumur HWU-150K di wilayah kerja Pertamina EP Cepu dengan penerapan standar HSSE secara penuh dan tanpa insiden keselamatan. Sementara itu, pada bisnis EPCOM, Perseroan menyelesaikan proyek EPC Booster Pump lebih cepat dari jadwal serta mengamankan kontrak baru di lingkungan Pertamina Group, mencerminkan keandalan eksekusi proyek dan tingkat kepercayaan pelanggan yang berkelanjutan.
Kontribusi signifikan juga datang dari segmen distribusi dan logistik energi melalui Elnusa Petrofin, yang mencatat pertumbuhan volume penyaluran bahan bakar sebesar 29% serta perolehan 42 proyek baru sepanjang 2025. Kinerja ini memperkuat posisi Elnusa sebagai bagian penting dalam rantai pasok energi nasional sekaligus memperluas basis pendapatan yang berulang (recurring).
Pada segmen jasa penunjang migas, Elnusa memperluas jejak internasional melalui ekspansi layanan OCTG di Aljazair serta keterlibatan dalam proyek survei seismik 3D di perairan Songkhla, Tailan. Di sisi lain, bisnis data dan warehouse management mengelola 253 kontrak aktif dengan tingkat utilisasi aset mencapai 95%. Pencapaian tersebut mencerminkan efisiensi pengelolaan aset dan stabilitas kinerja operasional anak usaha Elnusa.
Memasuki 2026, Elnusa mengusung arah strategis “Rediscover Technology and Innovation Edge” yang berfokus pada penguatan operational excellence berbasis inovasi, efisiensi biaya melalui cost leadership, serta sinergi yang lebih terintegrasi di dalam ekosistem Elnusa Group dan Pertamina Group. Dengan fondasi fundamental yang kuat dan strategi pertumbuhan yang terarah, Perseroan optimistis dapat terus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.
FOKUS ENERGI Berita Energi Terkini