Friday , February 13 2026

IPA Goes to Campus: Dorong Peran Generasi Muda dalam Pengembangan Energi Nasional

YOGYAKARTA – Indonesian Petroleum Association (IPA) memperkuat kolaborasi dengan dunia akademik melalui program IPA Goes to Campus di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta dalam rangka penyelenggaraan IPA Convention & Exhibition (IPA Convex) 2026 mendatang. Kegiatan ini menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjawab tantangan transisi energi sekaligus mendukung optimalisasi sektor hulu migas untuk ketahanan energi Indonesia.

Direktur Eksekutif IPA, Marjolijn Wajong, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan partisipasi universitas dalam berbagai program Youth@IPAConvex selama beberapa tahun terakhir. Menurutnya, kolaborasi akademisi dan industri menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia energi yang kompeten dan siap menghadapi dinamika global.

“Atas nama Dewan Direksi IPA dan Panitia IPA Convex 2026, kami berterima kasih atas partisipasi UGM. Kehadiran kami melalui program IPA Goes to Campus merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri energi,” ujar Marjolijn di UGM, Yogyakarta, Jumat (13/2/2026).

Dia menambahkan, IPA Convex 2026 yang akan dilaksanakan pada 20–22 Mei 2026 di ICE BSD Tangerang, menandai penyelenggaraan ke-50 dengan tema “50 Years of Energy Partnership: Shaping the Next Era for Advancing Growth.” Program Youth@IPAConvex juga kembali dihadirkan melalui berbagai agenda seperti Student Showcase, Student Visit, hingga forum interaksi mahasiswa dengan pelaku industri energi global.

Dalam sesi berbagi pengetahuan, Wakil Ketua Komite Gas & LNG, Diwya Satwika Paramartha, menyoroti peran strategis gas bumi sebagai jembatan dalam transisi energi. Berdasarkan proyeksi global, kebutuhan gas bumi diperkirakan terus meningkat pada dekade mendatang karena memiliki intensitas emisi yang lebih rendah dibandingkan dengan batubara dan minyak bumi. 

“Indonesia masih memiliki potensi gas bumi yang sangat besar, dan sejumlah temuan lapangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir adalah gas bumi. Pengembangan sektor ini membutuhkan kolaborasi multidisiplin dan keterlibatan generasi muda,” jelas Diwya.

Selain UGM, IPA juga melakukan kunjungan ke UPN Veteran Yogyakarta. Dalam kunjungan tersebut, Anggota Komite Eksplorasi IPA, Feriyanto, menjelaskan eksplorasi minyak dan gas saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks karena karakteristik lapangan yang lebih dalam, bertekanan tinggi, dan membutuhkan teknologi yang semakin canggih. Kondisi ini menuntut peningkatan inovasi serta kesiapan sumber daya manusia agar pengembangan energi tetap efisien dan berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Teknik UGM Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama, Prof. Ali Awaludin, menyambut positif kolaborasi ini. Menurutnya, industri energi berada dalam fase transformasi yang membutuhkan talenta adaptif dan berpandangan global. “Kami menjadikan isu transisi energi dan keberlanjutan sebagai fokus pengembangan riset. Sinergi dengan IPA memberi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk memahami tantangan industri,” ujarnya.

Dia mengharapkan, kegiatan ini akan memperkuat jembatan antara akademisi dan pelaku industri serta sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengembangan sektor energi nasional yang lebih berkelanjutan. 

Cek juga

Pertamina NRE dan Medco Teken Kerjasama Pengembangan Biodiesel HACPO dan Bioetanol

JAKARTA – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) dan PT Medco Energi Internasional Tbk …