Friday , February 20 2026

Empat Proyek Strategis PHR Mendapat Apresiasi dari SKK Migas

JAKARTA – Empat program dan inovasi strategis yang dijalankan Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 mendapat apresiasi pada momen Rapat Kerja Manajemen Proyek (RKMP) 2026 yang diselenggarakan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK MIgas) pada 6 Februari 2026 di Aston Sentul Lake Resort & Conference Center.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Deputi Eksploitasi SKK Migas Taufan Marhaendrajana, bersama Kepala Divisi Manajemen Proyek Syaifudin kepada jajaran manajemen PHR. RKMP merupakan agenda tahunan SKK Migas yang memberikan apresiasi kepada proyek-proyek Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di seluruh Indonesia.

Keempat proyek yang memperoleh penghargaan tersebut mencerminkan integrasi strategi PHR dalam menjaga produksi, meningkatkan recovery factor, memastikan keberlanjutan operasi, hingga mengelola kewajiban pasca operasi secara efisien.

CEOR Minas A: Onstream Ahead of POD – Injeksi Kimia Komersial Pertama di Indonesia

Proyek Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) Minas A meraih penghargaan kategori Onstream Ahead of POD (On Time Performance terhadap POD). Ini merupakan penghargaan pertama bagi proyek yang dikerjakan PHR sejak alih kelola Wilayah Kerja Rokan.

CEOR yang dijalankan PHR menjadi injeksi Alkali-Surfaktan-Polymer (ASP) komersial pertama di Indonesia. Proyek ini berhasil melakukan reaktivasi peralatan yang tidak beroperasi selama kurang lebih 10 tahun, dengan koordinasi solid lintas fungsi serta dukungan intensif SKK Migas.

Melalui proyek ini, tingkat Recovery Factor (RF) diproyeksikan meningkat sebesar 13–17 persen dan berpotensi memperpanjang umur operasi lapangan-lapangan utama seperti Minas, Bekasap, Balam, dan Bangko. Roadmap ke depan, pengembangan CEOR akan diperluas untuk mendukung optimalisasi produksi di Zona Rokan secara menyeluruh.

Well Program: Lampaui Target, Jaga Stabilitas Produksi

Program Well Connection PHR meraih penghargaan kategori Best of Project Planning & Coordinating Performance. Sepanjang 2025, PHR berhasil melampaui target 555 sumur menjadi realisasi 605 sumur (termasuk sidetrack dan deepening).

Keberhasilan ini didorong penjadwalan dinamis, koordinasi lintas fungsi intensif, optimalisasi desain dan material, serta persiapan konstruksi lebih awal sehingga memangkas cycle time POP dari lebih dari 30 hari menjadi 2–3 hari.

Program pemboran dan workover yang masif ini berkontribusi langsung terhadap stabilisasi dan peningkatan produksi di Zona Rokan serta meminimalkan penurunan alami (natural decline) reservoir mature.

ASR: Efisiensi Tinggi dalam Kegiatan Pasca Operasi

Proyek ASR ( Abandonment and Site Restoration ) atau yang biasa disebut Kegiatan Pasca Operasi (KPO) Paket 1 dan 2 meraih penghargaan The Most Cost-Efficient ASR. Kegiatan ASR (Abandonment and Site Restoration) atau Kegiatan Pasca Operasi menjadi mandat penting pemerintah kepada PHR untuk menuntaskan kewajiban dari operator sebelumnya.

Dengan pendekatan dedicated project team, digitalisasi data (penggunaan SQL/Well View/Sharepoint sebagai data digging tool), dashboard monitoring berbasis Power BI, serta strategi eksekusi campaign untuk efisiensi biaya, PHR mampu memastikan kegiatan pasca operasi berjalan efektif, sesuai regulasi, dan hemat biaya.

Keberhasilan ini tidak hanya memperkuat reputasi tata kelola PHR, tetapi juga mendukung keekonomian pengembangan lapangan ke depan, khususnya pada proyek-proyek marginal.

PoPE Padang Pancuran: Percepatan Onstream melalui Optimasi R2P

Selain itu, proyek Put on Production and Exploration (PoPE) Padang Pancuran (PPC-001) di Wilayah Kerja Jambi Merang yang dikelola entitas dalam Subholding Upstream juga meraih penghargaan kategori Onstream R2P Optimized. Proyek ini berhasil mencapai onstream pada 23 Desember 2025 dengan target awal produksi 67 BOPD dan proyeksi puncak 379 BOPD pada 2026.

Percepatan dicapai melalui strategi early procurement, pemanfaatan fasilitas eksisting, pembentukan tim percepatan perizinan, serta koordinasi intensif dengan mitra kerja di tengah tantangan cuaca ekstrem, IPPKH, dan long lead item.

Integrasi untuk Ketahanan Energi

Direktur Utama PHR, Muhamad Arifin, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi bukti bahwa integrasi inovasi teknologi, disiplin manajemen proyek, efisiensi biaya, serta kolaborasi lintas fungsi merupakan kunci menjaga keberlanjutan produksi nasional.

“Penghargaan ini merupakan refleksi komitmen kami dalam menjaga ketahanan energi nasional. Dari peningkatan recovery factor melalui CEOR, percepatan pemboran untuk menjaga level produksi, hingga efisiensi ASR dan percepatan onstream lapangan baru, semuanya terintegrasi dalam satu tujuan: memastikan energi tetap tersedia untuk Indonesia,” ujar Muhamad Arifin.

Ia menambahkan, PHR akan terus memperkuat eksekusi proyek berbasis inovasi dan tata kelola yang baik guna mendukung target produksi nasional serta keberlanjutan operasi jangka panjang di Wilayah Kerja Rokan dan area sekitarnya.

Dengan pencapaian ini, PHR menegaskan posisinya sebagai salah satu tulang punggung produksi migas nasional yang tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada efisiensi, keberlanjutan, dan tata kelola yang bertanggung jawab.

Cek juga

Menjaga Nyala Harmoni Penuh Energi, Gas Bumi PGN Menyapa Vihara Avalokitesvara

Jakarta – Tahun Baru Imlek identik dengan kemeriahan yang khas, terlebih di kawasan Pecinan Jakarta. …