JAKARTA- PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI IJ) membukukan laba bersih sebesar Rp192 miliar pada 2025 atau turun sebesar 7% (YoY). Penurunan laba tersebut terutama disebabkan penurunan pendapatan usaha dibandingkan dengan tahun lalu. Namun Laba bersih pada 2025 ini mencapai 112% dari revisi target laba bersih perseroan di tahun 2025. Kinerja Perseroan pada 2025 ini cukup baik dan dapat menjaga level perolehan laba yang substansial selama dua tahun terakhir.
SUNI berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp982 miliar pada tahun 2025 atau mengalami penurunan sebesar 6% YoY dibandingkan periode yang sama di tahun 2024 dan telah mencapai revisi target pendapatan Perseroan tahun ini sebesar 103%. Penurunan pendapatan usaha tersebut terutama disebabkan penurunan volume penjualan OCTG casing, sedangkan volume penjualan OCTG tubing meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Total ekuitas SUNI meningkat sebesar 10% menjadi Rp863 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ekuitas tersebut berasal dari perolehan laba Perseroan selama tahun berjalan setelah dikurangi dengan pembagian dividen sebear Rp50 miliar dan pembelian kembali saham sebesar Rp70 miliar. Walaupun hutang bank mengalami kenaikan seiring dengan progres pembangunan pabrik ke-2 RTM, Perseroan tetap berhasil menjaga rasio-rasio keuangan sesuai ketentuan kredit dengan Debt to Equity Ratio (DER) pada level 0,30 kali atau jauh berada di bawah ketentuan kredit yaitu maksimal 2,5 kali.
Tahun 2025 SUNI mendapatkan arus kas positif dari aktivitas operasional sebesar Rp93 miliar, atau menurun sebesar 65% YoY, terutama disebabkan oleh pembayaran kepada suplier. Perseroan tahun ini tetap mengeluarkan kas untuk investasi yang cukup signifikan sebesar Rp200 miliar, nilai tersebut cukup sebanding dengan pengeluran tahun sebelumnya. Pengeluaran kas untuk investasi ini adalah terutama untuk kelanjutan kegiatan pembangunan pabrik ke-2 RTM di Batam untuk meningkatkan kapasitas produksi. Dari aktivitas pendanaan, arus kas bersih yang dikeluarkan sebesar Rp33 miliar yang terutama digunakan untuk pembelian kembali saham dan pembayaran dividen di samping terdapat penerimaan pinjaman untuk pembangunan pabrik ke-2 RTM.
Direktur Utama PT Sunindo Pratama Tbk, Willy Johan Chandra menyatakan bahwa SUNI di tahun 2025 ini masih dalam jalur pertumbuhan yang diharapkan dan masih dalam pencapaian level laba yang cukup solid. Jika melihat rata-rata penjualan maupun laba dalam beberapa tahun ini masih cukup baik dan masih dalam koridor rencana strategis Perseroan. Perolehan laba yang signifikan selama dua tahun terakhir ini sangat mendukung untuk pembiayaan pembangunan pabrik ke-2 RTM dan kemampuan Perseroan untuk membagikan dividen.
“Saat ini Perseroan masih memprioritaskan peningkatan kapasitas produksi internal melalui anak perusahaannya, PT Rainbow Tubulars Manufacture (RTM). Fasilitas pabrik ke-2 RTM ditargetkan mulai beroperasi pada semester ke-2 tahun 2026. Hingga saat ini, pembangunan fisiknya secara umum telah selesai. Progres konstruksi tahun 2025 berjalan sesuai dengan rencana, termasuk pemasangan mesin-mesin dan peralatan di pabrik baru tersebut. Perseroan juga telah melakukan prosedur-prosedur untuk memperoleh sertifikasi API bagi fasilitas tersebut. Dengan adanya peningkatan kapasitas produksi ini, diharapkan kinerja operasional dan finansial Perseroan ke depan akan semakin optimal serta mampu memastikan ketersediaan OCTG tubing di tingkat nasional,” ujar Willy.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Operasional SUNI, Bambang Prihandono, menyampaikan bahwa Perseroan terus menyiapkan sumber daya operasional yang dibutuhkan seiring dengan pembangunan dan rencana operasional pabrik ke-2 RTM. Perseroan saat ini tengah melakukan beberapa uji coba produksi pada fasilitas baru tersebut dengan hasil yang cukup baik. Selain itu, Perseroan juga mulai mengembangkan produk-produk baru agar dapat mengoptimalkan peningkatan kapasitas produksi dari fasilitas tersebut.
Saat ini PSM telah mulai menjalankan kegiatan operasional secara komersial. Keberadaan PSM diharapkan dapat mendukung Perseroan dalam memproduksi wellhead dan x’mas tree yang memenuhi persyaratan TKDN serta standar internasional dengan harga yang kompetitif. “Setelah memperoleh sertifikasi API dan TKDN, PSM telah beroperasi secara komersial dan diharapkan dapat terus meningkatkan kapabilitas dan pasarnya sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap kinerja SUNI,” ujar Bambang.
Sementara itu, Direktur Keuangan PT Sunindo Pratama Tbk, Freddy Soejandy, menambahkan bahwa kinerja positif sepanjang tahun 2025 turut mendukung pencapaian revisi target laba bersih sebesar 112% pada tahun tersebut. “Sepanjang tahun 2025, Perseroan telah merealisasikan belanja modal (capex) sebesar Rp190 miliar untuk menyelesaikan pembangunan pabrik ke-2 RTM. Perseroan akan dapat memenuhi kebutuhan dana untuk penyelesaian pabrik tersebut karena tahun depan sudah tidak akan terlalu signifikan lagi pengeluaran capexnya dibandingkan tahun-tahun sebelumnya” jelas Freddy.
FOKUS ENERGI Berita Energi Terkini