Thursday , February 22 2024

Dewan Proper KLHK Minta CREA Diusir karena Jualan dengan Cara Meresahkan

JAKARTA— Dewan Proper Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Agus Pambagio meminta pemerintah mengusir organisasi Center for Research on Energy and Clean Air (CREA) yang mempunyai agenda lain dalam kajiannya tentang polusi udara Jakarta.
 
“Saya sudah ingatkan beberapa waktu lalu. CREA punya agenda setting untuk jualan dengan cara memaparkan kajian tentang polusi udara. Tendang, usir saja,” kata Agus yang juga merupakan pengamat kebijakan publik.
 
Agus melanjutkan, isu polusi udara ini berhembus setelah Indonesia menandatangani transisi energi yang dikemas dengan JETP di acara G20 kmarin. “JETP yang terdiri dari negara maju, termasuk Finlandia dan Swedia, menjanjikan US$200 juta kepada Indonesia. Tapi mana buktinya. Nggak ada tuh.”
 
Sebagai contoh beredarnya gambar yang disampaikan oleh sebuah institusi yang bernama CREA yang seolah-olah itu pantauan satelit, namun ternyata itu hoax karena patut diduga gambar tersebut hanya modeling (paper lengkapnya beredar juga di medsos) yang diberitakan sebagai seolah-olah itu hasil pengukuran sensor atau satelit yang valid, padahal bukan.
 
“Berita ini menyesatkan bagi awam yang tidak melek penggunaan teknologi satelit. Masih banyak lagi lembaga yang berkedok penelitian, tetapi sebenarnya mereka produsen alat atau software dan ingin produknya dibeli oleh pemerintah Indonesia.”
 
Agus juga mengakui ada beberapa orang yang meminta kepadanya untuk tidak berpendapat soal kajian polusi udara yang dirilis CREA. “Beberapa ada yg menelpon saya untuk tidak bicara soal itu. Tapi bagi saya, ada yang harus diluruskan tentang isu polusi udara ini. Saya nggak takut. Saya bicara apa adanya.”
 
Agus juga mengakui ada beberapa orang yang meminta kepadanya untuk tidak berpendapat soal kajian polusi udara yang dirilis CREA. “Beberapa ada yg menelpon saya untuk tidak bicara soal itu. Tapi bagi saya, ada yang harus diluruskan tentang isu polusi udara ini. Saya nggak takut. Saya bicara apa adanya.”

Cek juga

YLKI: Penghapusan Skema Jual-Beli Listrik dari PLTS Atap Jadi Win-win Solution

JAKARTA— Tulus Abadi, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai persetujuan Presiden Joko Widodo mengenai …