Sunday , May 19 2024

Kembangkan PLTS dan SPKLU, Wujud Kolaborasi Haleyora Power dan Utomodeck Group dorong Transisi Energi.

JAKARTA – Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa kolaborasi dalam transisi energi adalah kunci penting untuk keseimbangan trilema energi, yakni security, affordability, dan sustainability. Untuk itu, sebagai bagian dari anak Perusahaan PLN, pada Rabu (29/11) Haleyora Power menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerjasama inklusif dengan PT Utomodeck Metal Works untuk operation & maintenance Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan pengembangan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Indonesia memiliki target Net Zero Emission pada tahun 2060. Target ini pun mendapat dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, salah satunya para pelaku usaha dimana saat ini geliat bisnis PLTS semakin terlihat. Untuk itu, Haleyora Power menegaskan posisinya pada ekosistem bisnis transisi energi ini dengan menyediakan jasa professional untuk Operation & Maintenance PLTS dan pengembangan SPKLU.

“Momentum transisi energi dan geliat bisnis PLTS dan SPKLU ini perlu kami dukung dengan layanan operation and maintenance yang professional dan mumpuni, sehingga kualitas PLTS dan SPKLU dapat terjaga, masayarakat juga merasa nyaman menggunakannya”, kata PLT Direktur Utama Haleyora Power, Isral dalam sambutannya.

Pihaknya juga menambahkan bahwa kolaborasi kerjasama inklusif ini merupakan komitmen seluruh entitas PLN untuk terlibat aktif dalam agenda transisi energi di Indonesia.

“MoU hari ini adalah kontribusi nyata Haleyora Power sebagai bagian dari PLN Group untuk menjadi leading sector transisi energi di Indonesia. Ini tidak hanya sekedar bisnis tetapi wujud cinta anak bangsa terhadap tanah air,” tambah Isral.

Sementara itu Managing Director Utomodeck Group, Anthony Utomo mengatakan bahwa pengembangan infrastruktur energi dan mobilitas bersih menjadi peran Utomodeck Group dalam mewujudkan net zero emission di Indonesia.

“Pengembangan infrastruktur energi dan mobilitas bersih adalah aksi yang terus Utomodeck Group dorong untuk turut berkontribusi memerangi krisis iklim. Hal ini selaras dengan momentum COP 28 sebagai pendorong keterlibatan pihak swasta melakukan dekarbonisasi industry,” ucap Anthony.

Cek juga

PLN Sukses Realisasikan PMN, Nyalakan 24 Jam Listrik di Wilayah 3T Riau

Pekanbaru – Sebanyak 274 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Cimpur, Dusun IV Pauh Ranap dan …