JAKARTA — PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pemulihan pasokan listrik pasca bencana banjir dan tanah longsor di Aceh. Melalui Tim Recovery Kelistrikan, PLN UID Jakarta Raya telah melaksanakan pemulihan jaringan listrik di wilayah UP3 Lhokseumawe, khususnya ULP Panton Labu yang meliputi Desa Buket Linteung, Desa Matang Rubek, dan Desa Tanjung Selamat.
Dalam periode tersebut, PLN berhasil merecovery infrastruktur kelistrikan dengan mendirikan 24 batang tiang listrik, memasang dan menarik jaringan tegangan menengah (SUTM) sepanjang sekitar 2,8 kilometer, serta membangun jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 300 meter. Selain itu, PLN juga melakukan penyambungan dan penormalan sambungan rumah (SR) warga secara bertahap dengan progres pemulihan mencapai sekitar 90 persen, guna memastikan masyarakat dapat kembali menikmati listrik secara aman dan andal.
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menyampaikan bahwa pemulihan kelistrikan pasca bencana merupakan bentuk tanggung jawab PLN untuk hadir di tengah masyarakat pada kondisi darurat.
“Pemulihan listrik bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang menghadirkan kembali harapan dan aktivitas masyarakat. Seluruh petugas kami bekerja dengan penuh dedikasi agar listrik dapat segera menyala dan masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman,” ujar Andy.
Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, PLN UID Jakarta Raya kembali mengirimkan 18 petugas tambahan Tim Recovery Kelistrikan ke Aceh untuk melanjutkan pekerjaan pemulihan, khususnya pada titik-titik sambungan rumah dan jaringan yang masih memerlukan penanganan lanjutan.
“Penambahan personel ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian pemulihan hingga seluruh wilayah terdampak kembali teraliri listrik secara normal,” tutup Andy Adcha.
FOKUS ENERGI Berita Energi Terkini