Saturday , July 27 2024

PLTS Hybrid Nusa Penida 3,5 MWac Jadi Pilot Project Pembangkit Energi Baru Terbarukan di Pulau Dewata

NUSA PENIDA – Sebagai wujud komitmen dalam meningkatkan angka bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) menuju Net Zero Emission 2060, PLN Indonesia Power hadirkan pembangkit listrik ramah lingkungan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid Nusa Penida dengan kapasitas sebesar 3,5 MWac. Berlokasi di Dusun Suana, Kecamatan Nusa Penida, Kebupaten Klungkung, Bali, melalui pemerintah Provinsi Bali, PLTS Nusa Penida dijadikan pilot project dalam mendukung bauran EBT di Pulau Bali.

Dalam menuju Net Zero Emission, setelah berhasil dengan pembangunan PLTS Hybrid Nusa Penida sebagai pilot project , pemerintah Provinsi Bali terus menggencarkan pengembangan pembangkit EBT di Pulau Bali. Dengan sudah pulihnya kondisi pariwisata di bali pasca Covid 19, kebutuhan energi listrik kembali normal dan meningkat, untuk itu diperlukan pasokan listrik yang terus aman dan andal, dan diharapkan bersumber dari pembangkit EBT.

PLTS Hybrid Nusa Penida yang resmi beroperasi pada bulan Oktober 2022 merupakan hybrid power plant yang menggunakan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 1,84 MWh. Dengan sistem operasi hybrid, tentunya akan sangat berdampak pada pengurangan penggunaan energi fosil. Dan sebagai wujud kontribusi menghadirkan energi bersih dalam sistem kelistrikan di Pulau Bali khususnya, PLTS Nusa Penida mampu menurunkan emisi sebesar 4,19 ribu ton CO2e per tahun.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra menyampaikan
bahwa PLN Indonesia Power terus mengakselerasi pertumbuhan elektrifikasi melalui pengembangan pembangkit EBT sebagai wujud dukungan korporasi terhadap target bauran energi. “Tidak berhenti sampai disini, proyek pembangunan PLTS akan terus berlanjut. Proyek PLTS akan berkontribusi besar pada target bauran energi secara nasional sesuai target pemerintah yang ditetapkan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) Tahun 2021-2030 yang akan menambah pembangkit EBT sebesar 51,6%” ujar Edwin.

Senior Manager Bali PGU I Made Harta Yasa menambahkan, hadirnya PLTS Nusa Penida ini tidak hanya mendukung target Net Zero Emission secara nasional, namun juga khususnya di Pulau Bali yang telah ditargetkan lebih cepat 15 tahun dari target nasional. “Kami akan terus mendukung percepatan laju energi bersih khusunya di Pulau Bali dengan menjaga keandalan sistem kelistrikan PLTS Hybrid Nusa Penida sebagai penyumbang target bauran Bali Net Zero Emission tahun 2045” ungkap Made.

Untuk PLTS Hybrid Nusa Penida, PLN Indonesa Power kedepannya juga berencana akan dilakukan pengembangan dengan penambahan kapasitas guna memaksimalkan pemanfaatan energi terbarukan di Pulau Bali. Selain menghadirkan energi bersih, dengan adanya PLTS di Kawasan Nusa Penida juga diharapkan dapat mendukung pariwisata yang ramah lingkungan (green tourism) di Kepulauan Nusa Penida.

Cek juga

Pengembangan Green Hidrogen PLN Nusantara Power Menarik Perhatian Ilmuwan Muda Mancanegara

JAKARTA – Inisiatif PLN Nusantara Power (PLN NP) dalam pengembangan pemanfaatan hidrogen sebagai energi alternatif …