Saturday , July 20 2024

SKK MIGAS dan MEPG Berhasil Tingkatkan Produksi Gas, Proyek Dayung Facility Optimization Selesai Lebih Cepat

JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Medco E&P Grissik (MEPG) berhasil mempercepat penyelesaian proyek Dayung Facility Optimization (DFO) di Dayung Gas Gathering Station. Proyek DFO ini awalnya direncanakan untuk mulai beroperasi pada akhir Juli 2024, namun berkat dedikasi dan kerja keras tim, proyek ini berhasil melakukan start-up pada 30 Juni 2024.

Deputi Eksploitasi SKK Migas Wahju Wibowo mengatakan pihaknya memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas upaya MEPG dalam mempercepat proyek ini, serta mengingatkan pentingnya memperhatikan aspek Health, Safety, and Environment (HSE) dalam setiap tahap penyelesaian proyek.

“Keberhasilan ini menunjukkan komitmen SKK Migas bersama KKKS dalam meningkatkan pasokan energi yang lebih efisien dan andal untuk memenuhi kebutuhan energi nasional,” kata Wahju pada Kamis (4/7) di Jakarta.

“Semua pihak bekerja dengan penuh semangat dan dedikasi, memungkinkan proyek ini selesai satu bulan lebih cepat dari jadwal yang telah ditetapkan. Keberhasilan ini merupakan hasil dari kolaborasi yang kuat antar setiap tim yang saling mendukung demi mencapai tujuan yang sama,” lanjut Wahju.

Proyek DFO merupakan langkah optimalisasi pada Gas Turbine Compressor unit GTC-101. Sebelumnya, unit ini hanya memiliki dua tingkat kompresi yaitu intermediate dan high. Namun, setelah dilakukan modifikasi, kini unit ini memiliki tiga tahap tekanan: low, intermediate, dan high.

“Dengan adanya optimalisasi ini, penyaluran gas dari Stasiun Dayung ke Grissik meningkat dari 28 mmscfd (juta kaki kubik per hari) gas ke 33 mmscfd,” ujar Wahju.

Selain optimalisasi Gas Turbine Compressor, lingkup proyek DFO juga mencakup penambahan degassing column, charge pump dan injection pump pada Produced Water System. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penanganan air hasil produksi sampai ~9,800 bwpd (barel air per hari) yang akan disalurkan ke sumur injeksi.

“SKK Migas terus mendukung berbagai inisiatif yang dilakukan oleh KKKS dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional. Dukungan ini diwujudkan melalui berbagai bentuk kerja sama dan koordinasi yang intensif, sehingga proyek-proyek strategis seperti DFO dapat berjalan dengan lancar dan memberikan hasil yang optimal,” imbuh Wahju.

Direktur & Chief Operating Officer MedcoEnergi Ronald Gunawan mengatakan, keberhasilan percepatan proyek DFO ini dapat tercapai berkat kerja keras seluruh tim proyek dan tim operasi, serta kolaborasi yang baik bersama dengan SKK Migas. “Kami berterimakasih kepada SKK Migas dan seluruh pihak sehingga proyek DFO ini dapat selesai lebih cepat,” ujar Ronald.

Cek juga

Eksplorasi Masif Pascaalih Kelola, PHR Temukan Sumber Migas Baru di Blok Rokan

JAKARTA – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Wilayah Kerja (WK) Rokan terus melakukan kegiatan eksplorasi …