Saturday , July 20 2024

Mendukung Energi Hijau, 15 Kantor Cabang United Tractors akan Terima Sertifikat REC dari PLN

JAKARTA – Sebagai langkah konkrit dalam menjaga lingkungan, PT United Tractors Tbk (UT) memiliki komitmen dalam mendukung energi hijau dan berkelanjutan. Pada tahap pertama ini, UT menargetkan bisa mendapatkan Renewable Energy Certificate (REC) di 15 titik kantor cabang usahanya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca atau Greenhouse Gas (GHG) Reduction mencapai 3.582 tonCO2eq. Hal ini merupakan salah satu strategi transisi korporasi di bidang energi. 

Dalam rangka mencapai target tersebut, UT telah melakukan kerja sama dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sejak Juni 2022 terkait REC di kawasan Pusat Pengembangan Industri (PPI) Cakung untuk lima tahun yang akan datang. Langkah nyata yang UT lakukan ini untuk mendukung hadirnya transisi energi terbarukan sebagai langkah menuju net zero emission 2060. 

Cabang pertama yang mendapatkan sertifikat REC adalah UT cabang Surabaya sebanyak 200-unit yang diberikan oleh PLN UP3 Surabaya pada hari Jumat (19/05/2023) lalu. Dalam mendukung pemanfaatan energi ramah lingkungan, penggunaan energi listrik di kantor UT cabang Surabaya berasal dari hasil produksi pembangkit listrik tenaga panas bumi yang berasal dari PLTP Kamojang. 

PLTP Kamojang adalah salah satu pembangkit listrik panas bumi terbesar di Indonesia yang merupakan salah satu contoh sukses pengembangan energi terbarukan dengan menggunakan panas bumi sebagai sumber energi untuk menghasilkan listrik. Selain melakukan kerja sama dalam pemanfaatan energi listrik, UT cabang Surabaya juga berkomitmen dalam mengembangkan program untuk mendukung Environmental, Social, dan Governance (ESG) dengan langkah efisiensi Sumber Daya Alam (SDA), serta pemanfaatan kembali hasil produksi agar dapat meminimalisir dampak yang tidak baik bagi lingkungan untuk pembangunan yang berkelanjutan. 

Selain itu, cabang selanjutnya yang mendapatkan sertifikat REC dari PT PLN adalah UT cabang Semarang pada hari Senin (29/05/2023). Jumlah REC yang diambil sebanyak 177-unit dari PLTA Bakaru yang merupakan sebuah pembangkit listrik tenaga air di Desa Bakaru, Provinsi Sumatera Utara. PLTA Bakabaru dalam menghasilkan energi listrik menggunakan aliran air dari sungai Bakaru yang hasil produksinya akan disalurkan untuk penggunaan listrik di kantor UT cabang Semarang. 

Cabang lainnya yang baru saja menerima sertifikat REC yaitu Cabang Balikpapan dengan jumlah 633-unit yang berasal dari PLTA Bakabaru. Penyerahan sertifikatnya diberikan secara langsung oleh PLN UP3 Balikpapan kepada perwakilan UT Cabang Balikpapan pada hari Rabu, (07/06/23). Selain itu, Cabang Makassar juga menerima sertifikat REC sebanyak 252-unit yang berasal dari PLTA Bakabaru. Penyerahan sertifikat diberikan oleh PLN UP3 Makassar pada hari Rabu, (07/06/23).  

Head of Corporate Governance and Sustainability Division, Sara K. Loebis menyampaikan bahwa kerja sama antara UT dan PLN bertujuan untuk memberikan dampak baik melalui langkah-langkah yang perusahaan lakukan dengan mengedepankan prinsip bisnis berkelanjutan dan mengimplementasikan aspek-aspek ESG untuk mewujudkan tujuan dari pembangunan berkelanjutan atau Sustainability Development Goals (SDGs).  

“Sebagai salah satu strategi transisi korporasi di bidang energi, UT telah menetapkan bisnis Energi Baru Terbarukan (EBT) yang sejalan dengan strategi pengembangan usaha di sektor energi yang ramah lingkungan. Harapannya, kolaborasi yang dilakukan bersama PT PLN ini dapat berperan sebagai konektor industri energi dan informasi di Indonesia, serta mewujudkan inisiatif transisi energi yang bisa berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan,” ujar Sara K. Loebis. 

Selain melakukan kerja sama dengan PT PLN, UT telah hadir dengan membawa dan menerapkan pendekatan teknologi terdepan dan ramah lingkungan melalui produk, layanan, dan proses bisnis untuk memberikan penciptaan nilai tambah yang berkelanjutan bagi kepentingan seluruh bangsa. Hal ini adalah bentuk konsistensi perusahaan dalam perjalanan bisnis yang berkelanjutan. 

Cek juga

“Is Hydrogen The Future?”: Prospek dan Tantangan Penggunaan Hidrogen Sebagai Bahan Bakar Masa Depan.

Oleh : Iwan Niswanto, Analis Kebijakan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Penerapan energi bersih saat ini …