Monday , May 4 2026

PHE Perkuat Budaya HSSE untuk Jaga Stabilitas Pasokan Energi Nasional di tengah Tekanan Geopolitik Global

JAKARTA – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menegaskan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) tetap menjadi prioritas utama di tengah tekanan geopolitik global yang berdampak pada stabilitas pasokan energi. Komitmen tersebut ditegaskan dalam HSSE Leadership Forum Q1 2026 yang digelar di Ballroom Grha Pertamina, Jakarta, Senin (27/4/2026), dan dihadiri oleh jajaran direksi dari Pertamina Holding, Subholding, anak perusahaan Pertamina, dan pimpinan unit operasi Pertamina di dalam dan luar negeri.

Direktur Utama PHE, Awang Lazuardi, mengatakan dinamika di Timur Tengah telah menciptakan tekanan signifikan terhadap rantai pasok energi, sehingga menuntut PHE bergerak cepat dan adaptif tanpa mengabaikan keselamatan.

Menurutnya, budaya keselamatan menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan operasi dan ketahanan energi nasional. “Dalam kondisi apa pun, tidak ada kepentingan operasional perusahaan yang lebih penting daripada HSSE,” tegas Awang.

Sementara itu dalam sambutannya Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menekankan bahwa eskalasi geopolitik global kini bukan lagi sekadar risiko eksternal, melainkan telah menjadi ancaman nyata bagi operasional dan kedaulatan energi nasional.“Risiko global bisa dengan cepat berubah menjadi risiko operasional, bahkan risiko terhadap kedaulatan energi. Di sinilah HSSE menjadi pilar utama yang memastikan operasi tetap andal dan aman,” ujarnya.

Menurut Simon, ketahanan energi tidak hanya berbicara ketersediaan sumber daya, tetapi juga tentang keandalan rantai pasok, disiplin dalam mitigasi dan pengelolaan risiko, serta kesiapan organisasi dalam menjaga keselamatan dan keamanan operasional.

Senada, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, mengingatkan bahwa dinamika di Timur Tengah sebagai pusat energi dunia telah memicu volatilitas harga minyak dan meningkatkan risiko gangguan logistik global. “Gangguan pelayaran dan eskalasi keamanan berdampak langsung pada stabilitas pasokan energi. Tanpa HSSE yang kuat, seluruh strategi logistik akan rapuh,” tegasnya.

Forum ini juga menghadirkan perspektif eksternal melalui diskusi bersama pakar geopolitik, Ashadi Cahyadi, dan praktisi logistik energi, Arif Yunianto yang juga merupakan Direktur Armada Logistik PT Pertamina Patra Niaga guna memperkuat strategi menghadapi ketidakpastian global. PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). PHE juga senantiasa berkomitmen Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dan memastikan perusahaan bersih dari penyuapan.

Cek juga

Grup PT Pertamina Hulu Indonesia Zona 10 Dorong Peran Strategis Perempuan yang Seimbang dalam Karier dan Keluarga

BALIKPAPAN – Grup PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) di lingkungan Zona 10 menggelar serangkaian kegiatan …